MEMBANGUN KEMBALI WISATA DESA JURIT BARU YANG REDUP

Oleh : Lalu Adigede Maulana Gaffar/Peneliti LRC

Wisata adalah salah satu bidang yang diharapkan pemerintah mampu untuk dikembangkan di setiap daerah. Karena wisata ini dapat mengangkat popularitas dan pendapatan daerah serta masyarakatnya. Untuk mendukung pembangunan pariwisata di tiap daerah, disarankannya untuk pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa-desa. Dengan adanya Pokdarwis ini, diharapkan masyarakat dapat berpartisi langsung dalam meningkatkan pariwisata di daerahnya masing-masing. Pada Jumat, 13 April 2018 Lombok Research Center (LRC) diundang untuk melakukan diskusi dengan Pokdarwis yang ada di Desa Jurit Baru. Diskusi dihadiri oleh tokoh-tokoh Pokdarwis, Ibu-ibu PKK, Pendamping Desa dan pemuda-pemuda desa Jurit Baru dan diadakan dengan suasana yang santai.
Diskusi dibuka dengan pengantar dari pendamping desa sebagai penyambung antara LRC dan Pokdarwis desa Jurit Baru. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh anggota pokdarwis yang diwakili oleh Johan. Mengenai Pokdarwis Desa Jurit Baru, Johan menjelaskan bahwa Pokdarwisnya baru saja terbentuk beberapa bulan yang lalu. Sehingga masih membutuhkan bimbingan dan arahan tentang bagaimana Pokdarwis ini berjalan ke depannya. Mas Johan dan kawan-kawan berharap dengan adanya LRC yang fokus dalam pemberdayaan masyarakat, mampu membantu dan mengarahkan Pokdarwis di Desa Jurit Baru.
Hal yang sangat ingin dipelajari oleh Pokdarwis desa Jurit Baru adalah perihal pengelolaan aset wisata yang ada di Desa Jurit Baru. Mereka tidak ingin mengulang kembali kejadian yang terjadi di masa lalu, di mana aset wisata yang dikelola dan dikembangkan oleh kelompok pemuda di Desa Jurit Baru diambil alih oleh pihak lain (Pengelola TNGR). Hal ini terjadi setelah kelompok pemuda berhasil membangun dan memajukan wisata di wilayah Desa Jurit Baru. Masyarakat setempat mampu hidup dari banyaknya wisatawan yang datang. Contohnya saja wisata Gunung Kukus sebagai Camping Ground yang ramai pengunjung pada saat itu. Kelompok pemuda bisa mendapatkan pemasukan dari tiket parkir kendaraan yang dibawa oleh wisatawan. Namun, setelah diambil alih oleh pihak TNGR, wisata Gunung Kukus ini mulai sepi pengunjung. Bahkan sampai tidak ada pengunjung yang berkemah di area tersebut. Selain mengambil alih wisata, secara otomatis pendapatan masyarakat dari wisata pun berkurang.
Mas Johan juga mengatakan bahwa Desa Jurit Baru ini memiliki banyak destinasi wisata yang bisa diangkat dan dikembangkan. Wisata Gunung Kukus hanya satu dari beberapa destinasi. Destinasi wisata alam lainnya berupa air terjun yang jumlahnya mencapai puluhan. Namun terdapat 9 Air terjun yang cukup tinggi ukurannya. Destinasi wisata ini belum ada yang diekspose terlebih dahulu, karena terdapat ketakutan akan kejadian di masa lalu. Selain wisata alam, Desa Jurit Baru juga memiliki wisata budaya dan kesenian seperti Gendang Belek dan kesenian lainnya. Tidak hanya itu, Desa Jurit baru juga memiliki potensi Nanas yang cukup bagus karena masyarakatnya banyak memiliki kebun nanas. Atas banyaknya potensi yang dimiliki oleh desa Jurit Baru inilah, Pokdarwisnya ingin membangun kembali wisata-wisata yang ada di Desa Jurit Baru.
Menanggapi penjelasan Mas johan mengenai kondisi Pokdarwis dan destinasi wisata, Pak Rani sebagai Direktur LRC memberikan arahan untuk mempersiapkan segalanya dengan maksimal. Kesiapan dimulai dari internal Pokdarwis sendiri, dimana pokdarwis harus siap apabila wisata di desa Jurit baru tersebut didatangi oleh wisatawan. Jangan sampai ketika wisatawan datang, pihak pokdarwis sebagai tuan rumah belum ada kesiapan. Sehingga wisatawan yang datang ke Desa Jurit Baru tidak puas atau malah mendapatkan pengalaman yang kurang baik dan membuat citra yang buruk bagi wisata di desa Jurit Baru. LRC bersedia menjadi partner Pokdarwis dalam membangun kembali wisata yang ada di Desa Jurit Baru. Sehingga dengan adanya kerja sama ini, diharapkan wisata di Desa Jurit Baru dapat lebih maju dan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *