LOMBOK RESEARCH CENTER & TOKOPEDIA :  KOLABORASI KEMANUSIAN BAGI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI LOMBOK

LOMBOK RESEARCH CENTER & TOKOPEDIA : KOLABORASI KEMANUSIAN BAGI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI LOMBOK

Oleh : Herman Rakha/Staff LRC

Empat bulan telah berlalu sejak kejadian bencana alam gempa bumi melanda sebagian besar wilayah Pulau Lombok pada akhir Juli hingga Agustus 2018 namun, kondisi para korban masih belum dapat tertangani secara maksimal. Bantuan yang dahulunya diterima oleh para korban dari para relawan semÔakin lama terus berkurang. Janji pemerintah untuk menyediakan fasilitas hunian tetap hingga saat ini masih belum dapat terealisasi. Roda perekonomian para korban juga belum bisa pulih yang disebabkan pula oleh belum tersentuhnya sektor ini. Read more about LOMBOK RESEARCH CENTER & TOKOPEDIA : KOLABORASI KEMANUSIAN BAGI KORBAN BENCANA GEMPA BUMI LOMBOK

PELATIHAN KOMPETENSI ANALIS KEBIJAKAN  UNTUK ASN DAN NON-ASN  Makassar, 12 – 16 November 2018

PELATIHAN KOMPETENSI ANALIS KEBIJAKAN UNTUK ASN DAN NON-ASN Makassar, 12 – 16 November 2018

Oleh : Herman Rakha/Staff LRC

Kebijakan publik yang saat ini perkembangan permasalahannya semakin beragam sehingga, dibutuhkan jabatan fungsional yang dapat memberikan analisa terkait dengan kebijakan publik. Kebutuhan ASN yang memiliki kompetensi menganalisa suatu kebijakan publik saat ini sangat dibutuhkan dan perlu diperkuat eksistensi mereka sebagai sebuah profesi. Dalam amanat yang tertuang pada Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN dan RB) RI No. 45 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Analis Kebijakan dan Angka Kreditnya, seorang analis kebijakan didefinisikan sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberikan tugas tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kajian dan analisis kebijakan, baik pada lingkungan instansi pusat maupun daerah. Dengan kajian dan analisis yang dilakukan seorang analis kebijakan diharapkan mampu menganalisa dan merumuskan kebijakan yang dapat menyelesaikan masalahmasalah terkait kebijakan publik daerah yang berhubungan dengan kebijakan pelayanan dasar publik, pelayanan umum daerah, dan kebijakan terkait langsung dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan instansi masing-masing. Read more about PELATIHAN KOMPETENSI ANALIS KEBIJAKAN UNTUK ASN DAN NON-ASN Makassar, 12 – 16 November 2018

LOMBOK TEGENG  “ Solidaritas Heart for Lombok “

LOMBOK TEGENG “ Solidaritas Heart for Lombok “

Oleh : Herman Rakha / Staff LRC

Gempa bumi yang terjadi terus menerus di Pulau Lombok sejak 29 Juli hingga Agustus 2018 telah menorehkan dampak kerugian dan korban jiwa yang sangat besar. Gempa 6.4 SR yang mendahului menyebabkan kerusakan di wilayah Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Puncaknya terjadi sepekan kemudian yaitu pada Minggu malam, 5 Agustus 2018  dengan Magnitudo 7.0 SR telah menyebabkan dampak pada hampir sebagian wilayah di Pulau Lombok. Namun, ternyata gempa dengan 7.0 SR bukanlah akhir karena menurut Badan Metereologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) terdapat 1.002 gempa susulan yang puncaknya pada Minggu malam 19 Agustus 2018 dengan kekuatan 6.9 SR yang merupakan gempa baru. Read more about LOMBOK TEGENG “ Solidaritas Heart for Lombok “

MINGGU KELAM PULAU LOMBOK  “Penanganan Gempa Dan Pasca Gempa Di Pulau Lombok”

MINGGU KELAM PULAU LOMBOK “Penanganan Gempa Dan Pasca Gempa Di Pulau Lombok”

 Oleh : Herman Rakha / Staff LRC

Fakta Dan Solidaritas Kemanusiaan

Gempa Lombok yang didahului pada Minggu pagi 29/7/2018 sekitar pukul 06.47 WITA dengan Magnitudo 6.4 SR, kemudian disusul pada 5/8/2018 dengan Magnitudo 6.8 SR dimana kemudian diverifikasi BMKG menjadi Magnitudo 7.0 SR dan merupakan gempa utama. Berselang 4 hari kemudian terjadi gempa susulan sebesar 6.2 SR. Belum hilang kecemasan yang melanda masyarakat Pulau Lombok, gempa dahsyat kembali melanda tepatnya pada 19/8/2018 sebesar 6.8 SR.

Menurut keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Indonesia, fenomena gempa cukup besar yang datang secara beruntun dan merusak sebagian wilayah Pulau Lombok dan sekitarnya dikenal sebagai gempa kembar (double earthquacke). Gempa ini terjadi pada sumber gempa di 2 segmen yang berbeda namun, memiliki kekuatan yang hampir sama, jarak berdekatan, dan rentang waktu tidak terlalu lama. Sumber gempa berasal dari Sesar Naik Flores yang berada di Utara Pulau Lombok Sesar ini memanjang dari Flores ke Lombok. BMKG juga melaporkan bahwa gempa Lombok yang terjadi pada 19 Agustus 2018 bukan termasuk gempa susulan melainkan merupakan aktivitas gempa baru. Read more about MINGGU KELAM PULAU LOMBOK “Penanganan Gempa Dan Pasca Gempa Di Pulau Lombok”

Gempa Lombok, di Perlukan Kerja Bersama

Gempa Lombok, di Perlukan Kerja Bersama

Oleh : Azin Rahman / Peneliti LRC

Gempa bumi yang melanda pulau lombok terus menerus sejak 27 Juli hingga pertengahan Agustus ini langsung membangkitkan rasa kemanusiaan dari berbagai kalangan. Tercatat  3 gempa bumi besar yang terjadi dengan kekuatan (magnitudo) lebih dari 6,5 SR hingga 7 SR dan ratusan kali gempa susulan. Data Badan Pusat Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan gempa bumi yang melanda Pulau Lombok telah menyebabkan korban 555 meninggal dunia, 390.529 jiwa mengungsi. BNPB juga menyatakan gempa bumi di Lombok telah menyebabkan 23.098 rumah rusak, baik itu kerusakan kategori rusak parah maupun rusak ringan.

Selain korban jiwa dan kerusakan bangunan, gempa bumi di Lombok juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat terutama bagi para korban secara langsung serta bagi masyarkat Pulau Lombok seluruhnya dalam arti lebih luas dimana semua harga-harga baik itu untuk kebutuhan pokok maupun kebutuhan sekunder lainnya melambung tinggi. Selain itu kecemasan dirasakan juga oleh seluruh lapisan masyarakat Pulau Lombok sehingga, masyarakat banyak yang melakukan aktivitasnya di luar rumah atau pada tanah-tanah lapang. Kondisi ini menimbulkan rasa solidaritas kemanusiaan masyarakat Pulau Lombok maupun rakyat Indonesia. Bantuan logistik dan kebutuhan lainnya terus berdatangan ke pusat-pusat pengungsian warga. Bantuan-bantuan tersebut berasal dari sumbangan swadaya masyarakat maupun dari pihak pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Read more about Gempa Lombok, di Perlukan Kerja Bersama

Sampah Masih menjadi Masalah di Gunung Rinjani

Sampah Masih menjadi Masalah di Gunung Rinjani

Oleh : Azin Rahman/Peneliti LRC

“Setahun, Rinjani Produksi 13 Ton Sampah” itulah judul salah satu berita yang tercetak di koran harian  Lombok Post tanggal 18 Juli 2018. Berita seperti itu sebenarnya sudah menjadi berita umum yang sebenarnya sangat sering kita dengar. Permasalahan sampah seperti ini memang menjadi permasalahan yang tidak kunjung selesai. Tidak hanya di gunung, jika berbicara masalah tempat wisata, sampah memang menjadi salah satu permasalahan yang tidak kunjung selesai. Khusus di Rinjani, Gunung yang masuk kedalam salah satu geopark dunia dan menjadi salah satu andalan pariwisata Lombok ini mencatat pada tahun 2017, sampah yang berhasil di angkut melalui dua pintu masuk Rinjani yaitu Senaru dan Sembalun sebanyak 13.679,51 kg atau 13 ton. Sementara pada Januari-Juli 2018 tercatat sampah yang berhasil diangkut adalah 3.980 kg. Read more about Sampah Masih menjadi Masalah di Gunung Rinjani

Rendahnya Kualitas Air di NTB

Rendahnya Kualitas Air di NTB

Oleh : L. Adigede Maulana/Peneliti LRC

Kualitas air di NTB dinilai lebih buruk dari kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Hal ini berdasarkan pada hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup NTB yang cukup Rendah. Provinsi NTB berada di urutan 30 dari 34 Provinsi se-Indonesia. Lebih rendah dari kota yang memiliki limbah industri yang cukup banyak. Salah satu indikator yang dinilai buruk adalah kualitas air.

Pengukuran IKLH ini berdasarkan pada tiga indikator, yaitu kualitas udara, tutupan lahan dan air. kualitas udara yang ada di NTB saat ini masih butuh perhatian. Masih banyaknya pembakaran sampah menjadi salah satu masalah. Misalnya saat musim panen padi, banyak terjadi pembakaran sisa panen atau jerami di sawah dan mencemari kualitas udara. Hal ini terjadi karena masyarakat kita tidak mengetahui bahaya dari pembakaran tersebut. Masyarakat juga bingung hendak membuang jeraminya ke mana. Read more about Rendahnya Kualitas Air di NTB