GEMPA BUMI LOMBOK :  KEMISKINAN BARU DAN STUNTING DI NTB

GEMPA BUMI LOMBOK : KEMISKINAN BARU DAN STUNTING DI NTB

 

Oleh : Herman Rakha/Staff LRC

Bayi perempuan bernama Gempitawati itu terlahir pada 27 Juli 2018 atau dua hari menjelang peristiwa gempa bumi di minggu kelam yang melanda Pulau Lombok. Tangisan bayi yang lahir itu tentunya membawa kebahagiaan bagi orang tuanya namun, tangisan itu pula seolah sekaligus menjadi “penanda” kemalangan nasib yang akan menyertainya. Bagaimana tidak karena pada peristiwa gempa bumi yang terjadi terus menerus dari 29 Juli hingga Agustus 2018 rumah dari orang tua sang bayi yang berada di Dusun Sangguk Desa Tampak Siring Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah rusak hancur rata dengan tanah. Kemalangan nasib sang bayi itu juga ditambah lagi dengan kenyataan bahwa ayahnya saat ini berada di negeri rantauan menjadi seorang buruh migran alias Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) di Malaysia. Read more about GEMPA BUMI LOMBOK : KEMISKINAN BARU DAN STUNTING DI NTB

ALTERNATIF KEBIJAKAN PENGHAPUSAN STUNTING DI NTB

ALTERNATIF KEBIJAKAN PENGHAPUSAN STUNTING DI NTB

Oleh : Herman Rakha / Staff LRC

Psikologis sebagian besar orang tua sangat senang apabila melihat penampilan balitanya gemuk dan memiliki pipi tembem. Padahal apabila sudah seperti itu penampilan balitanya terkadang orang tua akan menjadi mengabaikan faktor kesehatan lainnya karena anggapan kondisinya sudah sehat. Selain berat badan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti contohnya adalah tinggi badan apakah sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh WHO, terlebih bagi bayi yang berusia di bawah 2 tahun sangat penting dipantau tinggi badan dan berat badannya.

Pertumbuhan anak dengan melihat dari faktor tinggi badan anak apakah lebih pendek dari teman-teman seusianya khususnya yang di bawah 2 tahun juga harus mendapat perhatian para orang tua. Karena anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil yang juga dapat mengakibatkan tumbuh kembang anak jadi tidak optimal atau yang dewasa ini dikenal dengan istilah stunting. Read more about ALTERNATIF KEBIJAKAN PENGHAPUSAN STUNTING DI NTB

SUBSIDI TERBALIK DI SEKTOR PERTANIAN

SUBSIDI TERBALIK DI SEKTOR PERTANIAN

Oleh : Herman Rakha/Staff LRC

Merumuskan kebijakan pertanian memang tidak mudah. Posisi di persimpangan banyak kepentingan, baik ekonomi maupun politik, membuat kebijakan pertanian kerap kali sulit melepaskan diri dari berbagai kontroversi. Kentalnya warna politik dalam berbagai kebijakan tampaknya menyulitkan perbaikan sektor potensial perekonomian Indonesia ini.

Di Indonesia, secara umum, model kebijakan subsidi di bidang pertanian menganut pola subsidi input. Praktiknya, subsidi diberikan tidak langsung kepada petani. Subsidi disalurkan kepada petani melalui produsen komoditas barang/jasa yang disubsidi. Sampai saat ini pupuk merupakan komoditas strategis karena berkaitan dengan peningkatan produksi dan pendapatan petani serta kontribusinya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Bersama-sama dengan faktor produksi lain, pupuk memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi tanaman. Meskipun kontribusi pupuk terhadap biaya usaha tani hanya sekitar 10%, namun pupuk merupakan komoditas strategis dan termasuk ke dalam kelompok barang yang diawasi peredarannya. Read more about SUBSIDI TERBALIK DI SEKTOR PERTANIAN