SEJARAH

drupal

Provinsi Nusa Tenggara Barat terdiri dari 8 Kabupaten, 2 Kota, 116 Kecamatan dan 1.085 Desa/Kelurahan. Kabupaten Sumbawa memiliki wilayah Kecamatan terbanyak, yaitu 24 kecamatan. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur memiliki Wilayah Administrasi Desa/Kelurahan terbanyak dengan 215 Desa/Kelurahan dengan jumlah Kecamatan sebesar 20 Kecamatan/ Kelurahan. Kabupaten Lombok Utara merupakan Kabupaten termuda, yang mengalami pemekaran dari Kabupaten induknya, Lombok Barat, pada tahun 2008. Kabupaten Lombok Utara yang beribukota di Tanjung memiliki 5 kecamatan dan 33 Desa/Kelurahan. Dari informasi di atas terlihat bahwa pada tahun 2010 terjadi pemekaran Desa/Kelurahan dengan jumlah Kecamatan/Kelurahan yang tetap seperti pada Tahun 2009.

Perkembangan pendapatan regional Nusa Tenggara Barat berdasarkan harga berlaku dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kenaikan pendapatan regional yang paling signifikan terjadi pada tahun 2009. Dimana pendapatan regional NTB meningkat dari 35.314.731 milyar rupiah pada tahun 2008 menjadi 43.985.031 milyar rupiah pada tahun 2009. Sedangkan PDRB atas dasar berlaku pada tahun 2010 sebesar 49.362,71 milyar rupiah, sedang pada tahun sebelumnya 43.985,03 atau mengalami peningkatan sebesar 12,23 % dari tahun sebelumnya.

Struktur perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian karena di dalamnya terdapat perusahaan tambang emas PT. Newmont Nusa Tenggara dengan perannya mencapai 36,30 %. Setelah sektor tersebut peranan kedua diberikan oleh sektor pertanian yang mencapai 19,89 %. Industri belum begitu berperan dalam perekonomian NTB karena peranannya baru mencapai sekitar 5 %. Dilihat dari penggunaan PDRB yang tercipta di Provinsi NTB, 40,79 % digunakan untuk konsumsi masyarakat dan 21,09 % digunakan untuk kegiatan investasi. Investasi sangat dibutuhkan oleh suatu daerah untuk meningkatkan perekonomiannya.

Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2010 mencapai pertumbuhan sebesar 6,29 %. Pada tahun 2010, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk NTB sebesar 255.273 rupiah untuk makanan dan 168.199 rupiah untuk pengeluaran bukan makanan. Secara keseluruhan, pengeluaran penduduk NTB per bulan per kapita sebesar 423.472 rupiah, meningkat dari tahun 2009 yang sebesar 391.025 rupiah. Bila dilihat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut kelompok barang, pada kelompok bukan makanan, pengeluaran penduduk NTB paling banyak untuk perumahan yaitu sebesar 80.644 rupiah. Sedangkan pengeluaran yang paling besar pada kelompok makanan, pengeluaran untuk padi-padian menempati urutan tertinggi yag diikuti oleh pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi.

Jumlah penduduk NTB berumur 15 tahun ke atas mencapai 3.380.129 orang. Penduduk yang bekerja mencapai 2.132.933 orang (63,10 %), Sekolah 244.475 orang, Mengurus Rumah Tangga 660.069 orang dan sisanya mencari pekerjaan dan penerima pendapatan. Jumlah penduduk yang mencari pekerjaan berdasarkan sensus mencapai 119.143 orang. Berdasarkan data yang bersumber dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, pada tahun 2010 jumlah pencari kerja yang terdaftar di Provinsi NTB sebanyak 45.981 orang, terdiri dari 26.173 laki-laki dan 19.908 perempuan.

Dari jumlah tersebut yang sudah ditempatkan atau mendapatkan pekerjaan sebanyak 31.206 orang yang didominasi oleh tenaga kerja hanya tamat Sekolah Dasar mencapai 75.46 % (atau 23.549 orang). Penyerapan tenga kerja usia produktif sebagian besar berkecimpung di bidang pertanian yaitu sebanyak 1.005.240 atau sekitar 47,13 % kemudian diikuti dengan bidang perdagangan, Hotel dan Restoran yaitu sebanyak 372.560 atau sekitar 17,47 %. Hanya 9,57 % saja dari usia produktif yang bekerja di bidang industri.

Keaktifan para peneliti di Lombok Research Center (LRC) dan keperduliannya dalam pengembangan SDM dan SDA untuk pembangunan daerah, terus dilakukan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesemuanya itu berkaitan dengan upaya yang sungguh-sungguh dalam pengembangan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia NTB dan Indonesia secara lebih luas.

Lombok Research Center (LRC) memfokuskan kegiatan utamanya (namun tidak terbatas) pada riset, pengembangan, dan pemberdayaan, khususnya dalam pemanfaatan sumberdaya Alam dan Sumber Daya Manusia dalam arti luas. Beberapa hasil riset pengembangan, teknologi terapan, dan pemberdayaan masyarakat telah dihasilkan dan diterapkan di NTB.

Lombok Research Center (LRC) tidak hanya menjalin bekerjasama dengan stakeholders di daerah (NTB), tetapi juga di tingkat regional/nasional dan internasional, baik institusi pemerintah (negeri), BUMN, LSM/NGOs, maupun swasta/industri.